Denim Memang pada awalnya dibuat diamerika tapi seiring berjalannya waktu jepang juga ikut memproduksi jeans / denim. Kualitas Japanese denim sangatlah baik bahkan mampu menyaingi amerika sang penemu. Amerika memiliki Keterbatasan jumlah pabrik produsen fabric/bahan di Amerika Serikat, sebagian besar denim diproduksi di Amerika Serikat berasal dari sumber tunggal – pabrik Cone Mills di Carolina Utara. Karakteristik bahan denim amerika cenderung lebih harus dan memiliki warna yang biru biasa disebut Cone mills. Kemudian beberapa dari pecinta denim lebih bereksplorasi dengan lebih banyak variasi dalam warna, tekstur dan hasil Fades yang berbeda dari denim Amerika. Di sinilah denim Jepang berkembang dan dikenalkan secara menglobal. Jepang mengekplorasikan berbagai cara kreatif dan menyediakan berbagai warna, pola bahan dan tekstur dalam memproduksi denim.

WARNA JAPANESE DENIM

Jepang memiliki pengalaman yang lama dalam melakukan eksperimen pencelupan bahan bahkan sebelum denim dan jeans dikenalkan. Sejarah keahlian ini dimulai dari ratusan tahun yang lalu sejak memproduksi baju tradisional Jepang yaitu kimono. oleh karena itu jepang lebih luas dalam melakukan pencelupan warna dan lebih berani bereksplorasi sehingga jepang mampu menghasilkan detail yang bagus dan menciptakan warna warp indigo/weft biru yang alami.

kebalikannya amerika menghasilkan warna jeans dan denim yang lebih rata dibandingkan jepang hasil fades lebih rata dan konsisten menghasilkan warna yang vintage dan warna blue jeans natural. Jepang memiliki hasil fades kontras yang lebih tinggi

Japanese denim

Texture 

Amerika lebih memanfaatkan fabric white oak sehingga memiliki tampilan yang lebih flat dan datar pada bahannya. Denim diproduksi oleh pabrik Cone Mills ditenun dengan menggunakan shuttle looms vintage-Amerika. Denim Amerika memiliki permukaan yang umumnya lebih halus dan lembut dibandingkan dengan denim Jepang.

Kemudian jepang kebalikan dari amerika denim Jepang ditenun dengan alat tenun Toyoda menghasilkan tekstur yang tidak rata dan slubby. Denim Jepang biasanya cenderung kaku dari denim lainnya, dikarenakan oleh prosesloomstate sehingga menyebabkan pengenaan yang kurang nyaman dalam jangka waktu tertentu.

kualitas jepang dan amerika memiliki kekurangan dan kelebihan masing – masing dan dapat kamu sesuaikan dengan selera dan lebih cocok kemana. Orang yang menyukai klasik dan gaya vintage biasanya cenderung ke american denim atau cone mills. Jika lebih suka pada kualitas fades yang kontras dan texture yang tidak rata maka lebih cocok dan akan lebih menyukai denim jepang. Jika kamu ingin mempunyai denim jepang berkualitas bisa lihat wwco Exquisite series